Pendiri & CEO
Janick Couturier
The Ritz-Carlton, Raffles, Burj Al Arab — lalu dua belas tahun di Indonesia dan kawasan miliknya sendiri di Jimbaran. Tahap 1 telah terbangun, terjual, dan beroperasi; sang pendiri tinggal di dalamnya.
Pengalaman
Karier perhotelan yang diterapkan pada sebuah kampung vila
- The Ritz-Carlton
- Raffles
- Burj Al Arab (Jumeirah)
- CEO, Finns Group Bali
Janick Couturier ditempa di tempat yang standarnya tidak bisa ditawar: The Ritz-Carlton, Raffles, dan Burj Al Arab di bawah Jumeirah di Dubai. Ia kemudian memimpin Finns Group di Bali sebagai CEO — dua belas tahun di pasar Indonesia, di sisi operasionalnya.
Karier itu penting karena satu alasan: kawasan vila bukan sekadar kumpulan bangunan, melainkan layanan yang harus berjalan setiap hari. Pronoia adalah proyek miliknya sendiri, dirancang dan dikelola oleh orang yang pernah menjalankan layanan itu di tingkat tertinggi industri.
Visi
Kampung bagi mereka yang tak bisa berhenti untuk pulih
Gagasan Pronoia sangat disiplin: membangun tempat di mana orang-orang di bawah beban terus-menerus memulihkan kapasitasnya tanpa keluar dari kehidupannya — vila dengan kolam pribadi di dalam destinasi pemulihan yang beroperasi, dengan ruang kerja berada di lingkungan itu sendiri, bukan satu jam perjalanan jauhnya.
Ini sengaja bukan deretan rumah berpagar dengan brosur. Destinasinya hadir lebih dulu: program, infrastruktur pemulihan, restoran, dan kantor beroperasi hari ini, dan tamu memberi kawasan ini rating 4,8 di Google. Vila-vila dibangun ke dalam organisme yang hidup itu — kampung yang dibuat dengan urutan yang benar.
Cara membangunnya
Apa yang diubah pengalamannya dalam praktik
Satu nama pada serah terima
Sang pendiri tinggal di kawasan, memimpin tim, dan menandatangani serah terima secara pribadi. Anda tidak membeli dari pengembang anonim di balik sebuah merek.
Disiplin hotel dalam pembangunan
Material, dimensi, dan pola layanan berasal dari operasional hotel mewah — latar belakang yang langsung terasa begitu Anda memasuki vila.
Bukti dulu, baru janji
Tahap 1 telah terbangun, terjual, dan beroperasi dengan okupansi 75–90% (laporan operator). Kampung ini tumbuh dari destinasi yang berjalan, bukan dari masterplan di atas kertas.
Ajukan pembelian
Setiap pertanyaan dijawab secara tertulis dengan daftar harga terkini dan dokumen — tanpa panggilan telepon kecuali Anda memintanya.
Balasan tertulis, biasanya dalam satu jam.
Bicara dengan tim sang pendiri
Tinggalkan kontak Anda — tim yang dipimpin langsung oleh pendiri di lokasi menjawab secara tertulis, biasanya dalam satu jam: vila, kawasan, serah terima, atau pertemuan di Jimbaran.